
iCostry - Mitologi Yunani letaknya berada di benua Eropa,dan berwaktu Zaman Prasejarah.
Mitologi Yunani terkenal dengan kisah-kisah para dewa dengan kekuatan istimewa, tapi berinteraksi seperti manusia biasa. Namun, mitologi Yunani juga punya para pahlawan, monster, termasuk makhluk-makhluk gaib yang membuat ceritanya semakin seru dan menarik.
Mitologi Yunani adalah salah satu kisah peradaban kuno yang paling populer di dunia. Mitos-mitosnya masih diceritakan hingga sekarang yang diadaptasi dalam bentuk buku, acara TV, dan film-film modern. Tidak heran hampir setiap orang pernah mengetahui kisah yang kompleks tersebut.
Sekilas Tentang Mitologi Yunani
Mitologi Yunani adalah sekumpulan Mitos dan Legenda yang berasal dari Yunani Kuno dan berisi kisah-kisah mengenai Dewa dan Pahlawan, sifat dunia, dan asal usul serta makna dari praktik ritual dan kultus orang Yunani Kuno. Mitologi Yunani merupakan bagian dari Agama di Yunani Kuno. Para sejarawan modern mempelajari mitologi Yunani untuk mengetahui keadaan politik, agama, dan peradaban di Yunani Kuno, serta untuk memperoleh pemahaman mengenai pembentukan mitos itu sendiri.

Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan menua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama dan gelar untuk tiap karakternya, yang mungkin lebih dari satu. Dewa-dewi ini kadang-kadang membantu manusia, dan bahkan menjalin hubungan cinta dengan manusia yang menghasilkan anak, yang merupakan setengah manusia setengah dewa. Anak-anak itulah yang kemudian dikenal sebagai demigod atau pahlawan.
1. Centaur

Source: SAP Blog
Centaur adalah makhluk (ras) setengah manusia dan setengah kuda. Tubuh mereka adalah kuda, tapi dari bagian torso, dada, lengan, hingga kepala adalah manusia. Centaur disebut-sebut sebagai anak Ixion (Raja Lapith) dan Nephele (awan yang dibuat oleh Dewi Hera).
Mitos lain menyebutkan bahwa hasil hubungan Ixion dan Nephele melahirkan Centaurus, anak cacat yang dianggap cikal bakal para Centaur di dunia. Namun, karena selalu cekcok dengan manusia, Centaurus diusir dari Gunung Olympus ke Gunung Pelion. Di sana, dia menikahi seekor kuda betina Magnesia dan lahirlah ras Centaur.
Kebanyakan Centaur digambarkan sebagai makhluk yang liar. Namun, ada satu Centaur bernama Chiron yang berbeda karena paling bijaksana, sederhana, dan beradab. Dia tinggal di Gunung Pelion dan memiliki keterampilan mengobati, juga jadi pengajar beberapa tokoh mitos Yunani, seperti Achilles dan Aesculapius.
Seperti Centaur lain, Chiron adalah makhluk abadi. Namun, tidak sengaja terluka oleh panah yang dilepaskan Hercules. Panah tersebut telah dilumuri darah Hydra sehingga Chiron sangat kesakitan.
Ketika Hercules meminta Zeus membebaskan Promotheus dan Zeus meminta seseorang harus dikorbankan, Chiron mengajukan diri. Chiron pun mati demi membebaskan Promotheus dan dirinya sendiri dari rasa sakit.
2. Cerberus

Source: Wallpapercave.com
Cerberus adalah makhluk mitologi Yunani berwujud anjing raksasa berkepala tiga. Dia merupakan keturunan dari makhluk mitologi Yunani lain, Typhon dan Echidna. Sebenarnya, jumlah kepada Cerberus digambarkan berbeda-beda oleh para penulis kuno, tapi versi yang paling populer adalah memiliki tiga kepala anjing yang menakutkan.
Cerberus dijuluki juga sebagai anjingnya Hades, dewa Dunia Bawah (neraka), karena “bekerja” untuk Hades. Tugas Cerberus adalah menjaga gerbang Dunia Bawah dan memastikan orang mati yang masuk ke Dunia Bawah tidak pernah meninggalkan tempat tersebut.
Suatu waktu, Hercules pergi ke Dunia Bawah untuk membawa Cerberus sebagai salah satu tugasnya. Hercules mampu mengalahkan Cerberus dengan tangan kosong dan menjadi salah satu dari tiga tokoh yang dapat menipu (melewati) Cerberus—yang lain adalah Orpheus dengan musiknya dan Sybil dari Cumae dengan kue madu.
Namun, Cerberus tidak pernah menyakiti siapa pun, sehingga Hercules tidak punya alasan untuk membunuhnya. Oleh karena itu, Cerberus dikembalikan ke pos jaganya dalam keadaan hidup.
3. Chimera

Source: Fiery-demons.fandom.com
Chimera merupakan makhluk mitologi Yunani yang wujudnya mengerikan. Makhluk ini seperti penggabungan tiga hewan berbeda, yaitu tubuh dan kepalanya adalah singa, kepala kambing muncul dari punggungnya, dan ekor yang ujungnya berupa kepala ular.
Selain itu, Chimera mampu menyemburkan api dari ketiga kepalanya sekaligus dan membunuh korbannya dari jauh. Chimera juga anak dari Typhon dan Echinad sehingga bisa dibilang Chimera adalah saudara Cerberus.
Banyak yang meyakini kehadiran Chimera atau jika melihat Chimera, pertanda akan ada bencana yang mengerikan. Seperti, badai, kapal karam, dan, yang paling sering, gunung berapi meletus.
Chimera hidup di Lycia dan sering menghancurkan tanah penduduk setempat dengan napas apinya. Untuk melindungi rakyatnya, raja Lycia, Lobates, meminta Bellerophon, seorang pahlawan Korintus, untuk membunuh Chimera.
Bellerophon membutuhkan bantuan untuk melaksanankan tugas tersebut. Karenanya, dia meminta petunjuk di kuil Dewi Athena, tapi kemudian tertidur. Begitu bangun, dia melihat sang dewi di depannya memberikan kuda Pegasus.
Bellerophon langsung menunggangi kuda terbang tersebut ke sarang Chimera. Dari ketinggian, Bellerophon hendak menusuk Chimera dengan tombak yang ujungnya dilapisi timah.
Chimera membuka mulut menyemburkan api, tapi tombak langsung menghujam tenggorokannya dan lelehan timah pada ujung tombak membanjiri untuk organ dalamnya. Chimera pun melemah dan akhirnya mati.
4. Cyclop

Source: Kids.news.au
Wujud Cyclop adalah makhluk raksasa anak dari Uranus dan Gaia yang memiliki kekuatan luar biasa sekaligus pandai besi yang terampil. Salah satu ciri khas mereka adalah memiliki satu mata yang menonjol dari dahi mereka.
Namun, kekuatan mereka yang besar membuat ayah mereka, dewa Uranus (kakek Zeus), melemparkan para cyclop ke dalam lubang Tartarus.
Cyclop tetap dipenjara dalam Tartarus ketika Cronus menggulingkan Uranus dan menjadi penguasa alam semesta. Para cyclop baru dibebaskan ketika Zeus berkuasa. Sebagai tanda terima kasih, cyclop membuatkan Zeus sebuah senjata berbentuk petir yang dikemudian hari menjadi ciri khas Zeus.
Pada mitologi lain tentang perjalanan Odysseus, diceritakan jenis cyclop yang berbeda, yaitu ras penggembala bermata satu yang tinggal di gua-gua di Pulau Sisilia. Para cyclop ini menemukan Odysseus dan krunya terperangkap dalam gua para cyclop dan menolak untuk membebaskan mereka.
Para cyclop juga mulai memakai kru-kru Odysseus. Odysseus kemudian menawarkan anggur Polyphemus dari kapalnya. Cyclop menerima tawaran tersebut dan meminumnya hingga mabuk. Odysseus lalu menusuk mata para cyclop ketika mereka tertidur dan berhasil melarikan diri dengan kecerdikannya.
5. Gorgon (Medusa)

Source: YouTube/Mythology & Fiction Explained
Gorgon adalah tiga makhluk mitologi Yunani wanita, tapi memiliki wajah buruk dan rambut ular. Mereka adalah Stheno, Euryale, dan, yang paling populer, Medusa. Mereka adalah putri Echidna dan Typhon.
Medusa sendiri dulunya adalah satu-satunya manusia dari tiga bersaudara tersebut dan sangat cantik. Kecantikannya menarik perhatian dewa laut, Poseidon, yang mencoba merayunya di kuil suci Athena.
Dewi Athena pun marah karena hal tersebut terjadi di depan matanya. Athena lalu mengubah Medusa menjadi makhluk menakutkan dengan kemampuan yang dapat mengubah siapa pun yang memandang wajahnya menjadi batu.
Rasa Seriphus lalu memerintahkan pahlawan Yunani, Perseus, untuk membunuh Medusa. Perseus berhasil memenggal kepalanya dan memberikan pada Raja Seriphus, sebelum dipersembahkan kepada dewi Athena. Athena menempatkan kepada Medusa yang mengerikan di perisainya untuk menakut-nakuti musuh-musuhnya.
6. Pegasus

Source: Greek Myth Wikia
Pegasus merupakan salah satu makhluk dari mitologi Yunani yang paling populer. Wujudnya adalah seekor kuda putih cantik. Kuda terbang adalah anak dari Poseidon dan Medusa yang lahir dari leher ibunya yang sedang hamil ketika dipenggal oleh Perseus.
Pegasus kemudian dibawa oleh Dewi Athena ke Gunung Helicon dan dibesarkan oleh wanita bernama Muses. Karena senang dipelihara oleh Muses, Pegasus memukul-mukul sisi gunung dengan kukunya dan keluarlah mata air yang mengalir.
Konon, air tersebut dapat membangkitkan inspirasi dan kreativitas jika seseorang, terutama para penyair, meminumnya.
Pegasus juga dikenal sebagai kuda pahlawan Yunani, Bellerophon, yang menjinakkannya dengan kekang emas dari Dewi Athena. Bellerophon menangkap pegasus ketika kuda jantan tersebut sedang minum air di mata air Pierian.
Bellerophon lalu mengendarai Pegasus untuk menaklukan Amazon, Chimaera, dan suku Solymi. Setelah memperoleh banyak kemenangan melawan berbagai jenis lawan, Bellerophon mulai percaya bahwa dia tidak layak hidup di antara manusia dan lebih baik berada di Olympus bersama para dewa.
Bellerophon kemudian menuju Gunung Olympus dengan mengendarai kudanya yang setia. Namun, Zeus marah melihat keangkuhan Bellerophon. Dia pun mengirim lalat penyengat yang menyengat Pegasus.
Kuda bersayap tersebut pun kesakitan dan tidak sengaja menjatuhkan Bellerophon ke bumi. Pegasus lalu dijinakkan oleh Zeus, tinggal di Olympus, dan ditugasi menarik kereta petirnya.
Pegasus selalu berada di sisi Zeus dalam setiap pertempuran. Sebagai penghargaan terhadap kesetiaannya tersebut, Zeus menempatkan Pegasus pada rasi bintang di langit.
7. Siren

Source: Pinterest/Timothy Finch
Mulanya, Siren digambarkan para penyair kuno sebagai gadis cantik bertubuh burung. Ada juga yang menggambarkan Siren sebagai gadis cantik dengan kaki burung. Seiring berjalannya waktu, putri dewa sungai, Achelous, dan Muse ini digambar seperti putri duyung dengan ekor panjang.
Apa pun penggambarannya, Siren selalu diceritakan memiliki suara dan nyanyian yang mampu “memikat” para pelaut—yang melewati pulau tempat tinggal mereka—untuk menabrakkan diri ke bebatuan di pulau tersebut. Salah satu kisah Siren yang terkenal adalah pertemuannya dengan Odysseus.
Ketika hendak melewati pulau para Siren dalam petualangannya, Odysseus telah diperingatkan tentang bahaya mereka. Dia menyuruh awak kapalnya untuk menaruh lilin lebah di telinga mereka agar tidak mendengar nyanyian para Siren.
Sedangkan, Odysseus meminta mereka mengikatnya ke tiang kapal karena ingin mendengar nyanyian para Siren. Seperti yang diduga, ketika melewati para Siren yang bernyanyi, Odysseus hilang kontrol dan meminta awak kapal melepaskan ikatannya.
Namun, awal kapal yang sudah diwanti-wanti malah mengencangkan tali yang mengikat Odysseus dan baru melepaskannya ketika berhasil melewati para Siren.
Para Siren sendiri ditakdirkan mati jika ada yang selamat dari nyanyian mereka. Begitu Odysseus dan awak kapalnya melewati Sirene tanpa cedera, makhluk-makhluk itu menjatuhkan diri ke laut dan mati tenggelam.
8. Hydra

Source: Pinterest/Fanpop
Sebagai “saudara” dari Cerberus dan Chimera, tidak heran jika Hydra adalah makhluk gaib yang mengerikan. Wujudnya berupa ular air raksasa, dengan cakar seperti reptil, berkepala banyak (kepala aslinya ada sembilan), napasnya adalah gas beracun, bahkan darahnya juga racun yang mematikan.
Hydra dipelihara oleh Hera, istri Zeus, dan disimpan ada di danau kuno di Lerna. Di sarangnya tersebut, Hydra bersembunyi di gua dalam air yang konon merupakan pintu masuk ke Dunia Bawah.
Hydra mempunyai sifat regenerasi yang luar biasa. Setiap kali kepalanya dipenggal, akan tumbuh dua kepala baru di tempat tersebut. Petumbuhannya juga sangat cepat. Selain itu, salah satu kepalanya abadi, jadi dulit untuk dipenggal, tapi tidak diketahui kepala yang sebelah mana.
Sifat regenerasi Hydra tersebut yang sempat menyulitkan Hercules yang bertugas membunuhnya. Semua senjata yang dibawa Hercules—sabit, pedang, tongkat—tidak berhasil membunuh Hydra.
Trik terakhir Hercules adalah begitu memenggal satu kepala Hydra, pangkal lehernya langsung dibakar supaya tidak tumbuh kepala baru.
Teknik tersebut sukses dilakukan. Kepala abadi Hydra juga berhasil ditebas Hercules menggunakan pedang emas yang dipinjamkan dewi Athena. Kepala tersebut tetap hidup meski terpisah dari tubuhnya. Oleh sebab itu, Hercules meletakkannya di bawah batu besar.
9. Minotour

Source: Greektravellers.com
Minotaur memiliki wujud kepala, pundak, lengan, dan kaki seperti banteng, hanya tubuhnya saja yang tubuh manusia. Kelahiran Minotaur berawal ketika raja Kreta, Minos, menolak untuk menyembelih banteng putih sebagai persembahan kepada Dewa Poseidon.
Poseidon marah dan menghukum Minos dengan mengutuk istrinya, Pasiphae, jadi jatuh cinta pada seekor banteng. Pasiphae kemudian hamil dan melahirkan Minotaur.
Selain bertubuh setengah binatang dan setengah manusia, Minotaur juga pemakan manusia. Untuk menyembunyikan Minotaur, Minos membangun labirin di bawah istananya.
Cerita berlanjut bahwa Raja Minos pernah kehilangan putranya, Androgeus, yang dibunuh di Athena oleh penduduk setempat. Raja Minos kemudian menyerang Athena dan memperoleh kemenangan.
Sebagai penebus dosa atas pembunuhan Androgeus, setiap tahun, orang Athena dipaksa mengirim tujuh pria dan tujuh wanita muda ke Pulau Kreta. Di Kreta, mereka dilepaskan ke labirin dan menjadi mangsa Minotaur.
Suatu waktu, pahlawan Athena, Theseus, mengajukan diri untuk dikirim ke Kreta sebagai persembahan. Setibanya di Kreta, Theseus dibantu putri Raja Minos, Ariadne, masuk dahulu ke labirin.
Theseus masuk sambil memegang benang untuk membantunya kembali ke pintu labirin nantinya. Ia pun mampu menemukan Minotaur yang sedang tidur di tengah ruang bawah tanah (labirin) yang luas.
Theseus lalu membunuh Minotaur dengan tongkat dan pedang. Setelah itu, membimbing orang-orang Athena lain yang masih terperangkap di labirin untuk keluar dari labirin.
Mereka lalu melarikan diri kembali ke Athena. Theseus juga membawa serta Ariadne, tapi meninggalkannya di sebuah pulau dalam perjalanan pulang ke Athena.
10. Carybdis dan Sycilla

Source: Twitter/@MoiraRisen
Bertemu satu makhluk mitologi Yunani yang ganas saja sudah mengerikan, apalagi dua sekaligus. Itulah yang dialami Odysseus dalam perjalananan. Ketika melewati perairan sempit, yang diyakini sebagai Selat Messina, dia harus berhadapan dengan dua makhluk bernama Carybdis dan Sycilla.
Wujud Carybdis tidak pernah tergambar secara eksplisit selain disebutkan sebagai makhluk laut ganas yang hidup di bawah pohon ara di dekat sebuah selat sempit.
Mereka menelan dan membuang air tiga kali sehari dalam volume besar. Sehingga, menciptakan pusaran air yang dapat menghancurkan seluruh kapal.
Sedangkan, Scylla disebutkan tinggal di selat sempit yang sama, tapi pada sisi seberang dari lokasi Carybdis. Wujud Scylla adalah makhluk betina sangat besar, memiliki 12 kaki, enam kepala dengan leher panjang seperti ular (masing-masing kepala memiliki gigi seperti hiu), dan tubuh dekat kakinya dikelilingi oleh kepala anjing ganas.
Scylla tinggal di dalam gua dan akan makan apa saja yang lewat depan gua dan bisa dijangkaunya. Termasuk, awak kapal Odysseus yang terpaksa melewati Selat Messina dalam perjalanannya.
Ketika itu, Odysseus memutuskan berlayar lebih dekat ke sisi Scylla untuk menghindari pusaran air Charybdis. Malang, saat kapal berlayar, Scylla langsung mencaplok enam awak dan menghancurkan kapal Odysseus.
Odysseus pun terdampar di atas rakit dan hendak mengarungi selat tersebut untuk kedua kalinya. Kali ini, dia mencoba berlayar melewati sisi Charybdis. Rakitnya tersedot ke dalam pusaran air besar, tapi Odysseus berhasil bertahan dengan berpegangan pada cabang-cabang pohon ara yang menjuntai.
Beberapa jam kemudian, rakitnya ternyata dapat kembali ke permukaan. Odysseus pun bergegas menjangkau rakit tersebut dan segera berlayar melewati selat itu.
Kata Akhir
Dan itulah beberapa hewan / mahluk Mitologi Yunani, dan masih ada 7 hewan lagi, jadi simak terus website kami dan jangan lupa membaca artikel yang lain, terimakasih jika ada artikel yang tidak cocok kalian bisa beritahu kamu di Contact Us.
0 Comments