
Yunani Kuno - Pada artikel sebelumnya admin juga membahas 10 Mahlok Mitologi Yunani, dan artikel sekarang juga ada kaitannya dengan artikel sebelumnya, kalian ingin tahu mahluk Mitologi Yunani Yang Populer Dan Kisahnya? Simak baik - baik artikel di bawah ini!.
Sekilas Tentang Mitologi Yunani
Mitologi Yunani adalah sekumpulan Mitos dan Legenda yang berasal dari Yunani Kuno dan berisi kisah-kisah mengenai Dewa dan Pahlawan, sifat dunia, dan asal usul serta makna dari praktik ritual dan kultus orang Yunani Kuno. Mitologi Yunani merupakan bagian dari Agama di Yunani Kuno. Para sejarawan modern mempelajari mitologi Yunani untuk mengetahui keadaan politik, agama, dan peradaban di Yunani Kuno, serta untuk memperoleh pemahaman mengenai pembentukan mitos itu sendiri.

Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan menua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama dan gelar untuk tiap karakternya, yang mungkin lebih dari satu. Dewa-dewi ini kadang-kadang membantu manusia, dan bahkan menjalin hubungan cinta dengan manusia yang menghasilkan anak, yang merupakan setengah manusia setengah dewa. Anak-anak itulah yang kemudian dikenal sebagai demigod atau pahlawan.
1. Sphinx

Source: Greekboston.com
Selama ini, kita mengenal Sphinx sebagai makhluk mitologi dari peradaban Mesir kuno. Nyatanya, dia juga salah satu makhluk mitos di Yunani kuno yang berwujud tubuh singa, kepala wanita, sayap elang, dan ekor ular.
Sphinx dalam tradisi Yunani kuno adalah penjaga gerbang dan sering digambarkan berada di atas makam. Mitos tentang Sphinx adalah makhluk yang gemar memberikan teka-teki kepada orang yang hendak melewati mereka. Jika teka-teki tersebut gagal dijawab, Sphinx akan memangsa orang tersebut.
Seperti kisah Oedipus yang suatu ketika hendak melakukan perjalanan ke Thebes dengan berjalan kaki. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan Sphinx dan diberikan sebuah teka-teki jika Oedipus ingin melewatinya. Hingga saat itu, belum ada yang mampu mengalahkan Sphinx.
Teka-teki tersebut berbunyi, “(Benda) apakah yang berjalan dengan empat kaki di pagi hari, dua kaki di sore hari, dan tiga kaki di senja?” Oedipus pun menjawab, “Manusia! Karena, manusia berjalan dengan empat kaki (merangkak) ketika masih anak-anak (pagi hari), dua kaki saat dewasa (siang hari), dan tiga kaki (dengan bantuan tongkat) begitu menua (senja).
Jawaban Oedipus ternyata benar. Sphinx yang akhirnya kalah dalam permainannya sendiri kemudian terjun dari tebing yang tinggi. Ada juga versi cerita yang menyebutkan Sphinx melahap dirinya sendiri karena marah dan frustasi.
2. Amphisbaena

Source: Abookofcreatures,com
Amphisbaena berwujud ular berkepala dua (masing-masing di ujung badannya) dan sering diburu karena memiliki banyak khasiat. Menurut mitos, amphisbaena muncul dari darah yang menetes dari kepala Medusa (yang terpenggal) ketika dibawa terbang oleh Perseus di atas gurun Libya.
Selain berwujud ular biasa, ada juga yang menggambarkan Amphisbaena memiliki kaki dan sayap, bahkan bertanduk. Amphisbaena adalah pemakan semut.
Namun, ketika pasukan pahlawan Cato yang lewat dan menghadapi amphisbaena bersama ular lain, amphisbaena memakan mayat yang ditinggalkan.
Kemampuan Amphisbaena yang lain adalah jika dipotong jadi dua, kedua bagian bergabung kembali. Amphisbaena memiliki taring yang berbisa di dua kepalanya, dua kepala dapat mengerjakan hal yang berbeda (menangis, tertawa, tidur, dan lainnya), dapat meluncur cepat meskipun ada yang bergerak berlawanan arah, berguling, dan berdarah panas.
Amphisbaena diburu juga karena kulitnya berkhasiat menyembuhkan radang sendi dan flu. Selain itu, ada mitos daya tarik seseorang akan meningkat jika mengonsumsi daging amphisbaena. Serta, membunuh amphisbaena ketika bulan purnama akan memberikan kekuatan pada orang yang gemar berbuat baik.
3. Griffin

Source: Greekreporters.com
Tidak seperti makhluk mitologi Yunani lainnya yang sering digambarkan ganas dan buas, Griffin justru menyimbolkan kekuatan dan pengetahuan.
Wujud griffin adalah tubuh bagian depan dan sayapnya elang dan tubuh bagian belakang hingga ekor adalah singa. Oleh karena itu, griffin dianggap juga kombinasi kekuatan dan keberanian dalam satu makhluk.
Griffin biasanya berkeliaran berkelompok dan sulit dijinakkan. Namun, begitu dijinakkan, mereka akan sangat setia pada tuannya. Griffin memiliki kekuatan lebih dari sapi atau kuda dan punya kemampuan terbang. Oleh karena itu, beberapa griffin pernah jadi penarik kereta dewa-dewi Yunani.
Griffin pernah jadi penarik kereta dewa matahari, Apollo. Karakteristik Apollo sebagai dewa kebijaksaan diperkuat oleh hadirnya griffin yang juga berkarakter sama.
Griffin juga pernah melayani transportasi untuk Nemesis, yang dikenal sebagai dewi pelindung dan penjaga serta pembalas ketidakadilan. Hal tersebut lagi-lagi sesuai karakteristik griffin.
Griffin adalah pemakan daging kuda. Selain itu, disebutkan griffin liar tinggal di Yunani utara yang diduga mereka sedang menjaga harga yang sangat besar. Karenanya, selain dianggap sangat bijaksana dan cerdik, griffin juga memiliki karakter sebagai penjaga yang setia.
4. Echidna

Inilah ibu dari beberapa makhluk ganas yang disebutkan di atas. Echidna dijuluki juga sebagai “ibu dari semua monster” karena dia melahirkan sebagian besar makhluk mitologi Yunani.
Wujud Echidna adalah setengah wanita cantik dan setengah ular dari pinggang ke bawah. Selain itu, dia pemakan daging mentah, termasuk daging manusia.
Orang tua Echidna adalah dewa laut purba, Phorchys, dan Ceto. Sedangkan, suaminya adalah Typhon, yang merupakan monster paling berbahaya dalam mitologi Yunani. Echidna dan Typhon tinggal di bumi, pada sebuah gua di sebuah wilayah bernama Arima.
Karena banyak anak-anaknya terbunuh, terutama oleh Hercules, Echidna menyalahkan Zeus atas kematian mereka. Echidna dan Typhon pun berencana menyerang markas dewa-dewa di Gunung Olympus.
Kedatangan Echidna dan Typhon membuat banyak dewa marah, tapi mereka malah melarikan diri dari Olympus. Banyak dewa mencari perlindungan di Mesir dan mengubah diri menjadi dewa-dewi Mesir.
Dewa yang bertahan di Olympus adalah Zeus, Nike, dan Athena. Echidna dan Typhon adalah lawan yang tangguh. Zeus sempat terluka dan meminta Athena mengobatinya. Akhirnya, Zeus berhasil melukai Typhon dan Echidna dengan petirnya.
Setelah itu, Zeus ‘mengubur’ Typhon di bawah Gunung Etna. Sedangkan, Echidna dibiarkan bebas karena kasihan melihatnya sebagai ibu yang kehilangan anak-anaknya. Echidna pun kembali ke guanya di Arima dan bertahan hidup dengan menangkap dan melahap manusia yang lewat di depannya.
Suatu ketika, dewi Hera mengirim raksasa bermata seratus, Argus Panoptes, untuk membunuh Echidna. Argus Panoptes pun berhasil memakan Echidna yang sedang tertidur dalam guanya.
5. Typhon

Source: Twitter/@MoiraRisen
Ada makhluk-makhluk mitologi Yunani, ada Echidna, tentu ada Typhon. Seperti pasangannya, Echidna, sebagai ibu para monster, Typhon disebut “bapak para monster” yang keturunannya, antara lain, Cerberus, Hydra, Chimera.
Wujud Typhon termasuk mengerikan, tingginya melebihi gunung tertinggi di bumi, kepalanya disebut-sebut bisa mencapai langit, rentangan tangannya mencapai kedua ujung bumi. Dia bertubuh manusia, tapi bagian bawah tubuhnya hingga kaki adalah dua ekor ular berbisa yang terus bergerak dan mendesis.
Bagian atas tubuhnya sebagian adalah manusia, tapi pada bahunya terdapat 100 kepala ular yang terus-menerus mendesis. Jari tangannya berupa kepala naga dan matanya memancarkan api yang bisa ia kontrol.
Typhon mempunyai sayap yang ketika dibentangkan dapat menghalangi sinar matahari. Typhon adalah putra bungsu Dewi Gaia dan Tartarus dan masih bersaudara dengan para Titan. Tidak heran jika Typhon begitu kuat dan mengintimidasi.
Typhon sangat percaya diri dengan kekuatannya sehingga berani menantang Zeus. Tujuannya, membalas dendam atas kematian anak-anaknya dan ingin menguasai dunia.
Pertempuran hebat antara Typhon dan Zeus menyebabkan gempa bumi dan tsunami yang tidak terhitung jumlahnya. Kekuatan Typhon bahkan sempat merobek sebagian besar otot Zeus. Beruntung, Zeus pulih oleh Athena.
Zeus kemudian melemparkan seratus petir langsung ke kepala Typhon. Kemudian, Typhon dibawa dan disegel di bawah Gunung Etna di Sisilia. Hingga saat ini, dipercaya bahwa Typhon masih memendam kemarahan dan terus berjuang untuk ke luar dari bawah bumi. Kemarahannya terwujud dalam bentuk letusan gunung berapi.
6. Epmusa

Source: ArtStation
Dalam mitologi Yunani kuno, Empusa adalah putri dari Dewi Hecate dan Roh Mormo yang berwujud wanita cantik dengan rambut berwarna terang. Namun, Empusa dapat berubah menjadi makhluk dengan gigi tajam, rambut menyala, dan, kadang, ada sayap kelelawar.
Dia sering merayu para pemuda yang bepergian sendiri menggunakan wujud manusianya. Begitu pemuda yang tidak curiga itu tertidur lelap, Empusa akan berubah wujud menjadi makhluk mengerikan dan memakan daging pemuda tersebut. Dia juga akan meminum darah mangsanya.
Empusa pernah disebutkan dalam kisah mengenai perjalanan Dionysus ke Dunia Bawah. Dionysus ketakutan ketika bertemu Empusa yang hadir dalam wujud mengerikannya. Namun, Dionysus dapat mengatasi rasa takut dan melanjutkan perjalanannya.
7. Harpy

Source: Tumblr.com
Harpy adalah makhluk mitologi Yunani berbadan burung, bersayap, dan berwajah wanita tua yang jelek (ada juga yang menyebutkan kepalanya berwujud wanita cantik). Cakarnya besar, melengkung, dan tajam. Para harpy dikenal senang merampas makanan, benda, bahkan menculik dan menyiksa manusia.
Salah satu cerita yang melibatkan para harpy adalah tentang Raja Phineus. Phineus pernah dihukum Zeus karena mengkhianatinya dengan diasingkan di sebuah pulau.
Phineus tidak bisa menikmati makanan di pulau tersebut karena selalu dirampas oleh para harpy—yang dikirim Zeus. Phineas pun kelaparan, tapi akhirnya diselamatkan oleh para Argonaut. Sedangkan, para harpy diusir untuk tinggal di Pulau Stophades.
Harpy juga dianggap sebagai penyebab badai angin. Tiga harpy terkenal memiliki nama terkait hal tersebut, yaitu Aello (badai), Ocypete (penerbang cepat), dan Celaeno (awan hitam). Karenanya, para harpy dianggap penyebab cuaca buruk dan badai laut ganas yang ditemui para pelayar.
Cara Mitologi Yunani Bertahan dalam Masyarakat Modern
Itulah kisah 17 makhluk mitologi Yunani yang telah diceritakan selama berabad-abad. Kisah-kisah menakjubkan tentang pahlawan, pejuang, para dewa, dan monster dalam mitologi Yunani banyak diceritakan melalui karya sastra Yunani Kuno. Contohnya, dalam “Theogony”, “the Iliad”, dan “the Odyssey”.
Selain itu, mitologi peradaban bangsa lain, seperti Romawi dan Mesir, terinspirasi juga dari cerita Yunani kuno tersebut. Bahkan, hingga sekarang, mitologi Yunani masih sering diceritakan atau jadi inspirasi berbagai novel, komik, acara TV, dan film-film modern. Oleh karena itu, cerita mitologi Yunani dapat terus populer sepanjang masa.
0 Comments