Nefilim, "Anak Anak Allah"

 


Nefilim adalah orang-orang yang dilahirkan dari hasil perkawinan ketika "anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia" sebelum terjadinya Air Bah raksasa menurut catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen terutama pada Kejadian 6:4. Nama ini juga digunakan untuk merujuk kepada orang-orang raksasa yang menghuni Kanaan pada zaman Musa seperti yang dicatat dalam Bilangan 13:33. Sebuah kata bahasa Ibrani yang serupa dengan penandaan suara huruf hidup yang berbeda dijumpai pada Yehezkiel 32:27 untuk menyebut prajurit-prajurit Filistin yang mati.


Etimologi

Leksikon Brown-Driver-Briggs memberi makna kata "Nephilim" sebagai "giants" atau "orang-orang raksasa". Banyak tafsiran semacam ini didasarkan pada anggapan bahwa akar katanya adalah n-ph-l "jatuh". Robert Baker Girdlestone berpendapat bahwa kata ini berasal dari asal kausatif "hiphil", yang menyiratkan makna bahwa Nefilim adalah "mereka yang menyebabkan orang lain jatuh". Adam Clarke menganggapnya sebagai "perfect participle", "terjatuh", "tersesat". Ronald Hendel menyatakan bahwa bentuk sebenarnya adalah pasif "mereka yang terjatuh", secara gramatika setara dengan kata "paqid", "mereka yang ditunjuk" (yaitu, pengawas), "asir", "orang yang terbelenggu", (yaitu, narapidana) dan sebagainya. Menurut Leksikon Brown-Driver-Briggs, etimologi dasar kata "Nephilim" adalah "dub[ious]" ("meragukan"), dan berbagai tafsiran pendapat "all very precarious" ("semuanya tidak berdasar kuat").

Mayoritas versi Alkitab kuno, termasuk bahasa Yunani Septuaginta, Theodotion, bahasa Latin Vulgata, Samaritan Targum (Taurat Samaria), Targum Onkelos dan Targum Neofiti, menerjemahkan kata itu dengan arti "orang-orang raksasa". Symmachus menerjemahkannya sebagai "the violent ones" ("orang-orang yang buas") sedangkan Aquila menerjemahkan dengan makna "yang jatuh" atau "mereka yang terjatuh [ke atas musuh-musuhnya]".

0 Comments